halo sob ketemu lagi sama ane, kali ini ane mau share tentang satra lama, kebetulan ane juga ada tugas dari sekolah, artikel ini adalah persatuan dari blog blog laen yg udah ane rancang sedemikian rupa sehingga, oke gausah basa basi lagi bagi yg ada tugas langsung aja di copas :D monggo..
Sastra Lama
Sastra lama adalah sastra yang lahir dan tumbuh pada masa
lampau atau pada masyarakat Indonesia pada zaman dahulu. Sastra lama juga biasa
disebut sebagai sastra klasik. Sastra lama tumbuh dan berkembang seiring dengan
kondisi masyarakat pada zamannya. Oleh karana itu sastra lama mempunyai nuansa
kebudayaan yang kental dan memiliki corak yang lekat dengan nilai dan adat
istiadat yang berlaku di dalam suatu daerah atau masyarakat tertentu. Indonesia
adalah bangsa yang memiliki banyak adat-istiadat, budaya maupun bahasa. Setiap
suku atau daerah di Indonesia memiliki ciri khas dan cita rasa sastranya
masing-masing. Prularisme ini tentu sangat menpengaruhi dan memperkaya khazanah
kesusastraan Indonesia.
Berikut adalah ciri dari sastra lama:
1. Terikat dengan adat istiadat dan kebudayaan.
2. Merupakan sastra lisan (disampaikan lewat mulut kemulut)
3. Sifatnya sertaris (tidak berkembang)
4. Biasanya tidak mencantumkan nama pengarang (anonim)
5. Dibidang prosa kebanyakan bersifat khayal
6. Ceritanya kebanyakan berpusat pada istana (istana sentris)
Sastra lama dibagi menjadi 2 yaitu :
Prosa
Prosa merupakan karya sastra yang belum mendapat
pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat.Prosa lama memiliki jenis sebagai
berikut:
1. Dongeng
Dongeng adalah bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang
luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri
cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena
itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.
Contoh : Kancil Yang Cerdik, Sangkuriang, Ramayana
2. Hikayat
Hikayat adalah bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri,
pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar
biasa dan gaib.
Contoh : Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayal Panca Tantra, Hikayat
Panji Semirang
3. Sejarah
Sejarah merupakan salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari
suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.
Contoh : Sejarah Melayu, Hikayat Raja-raja Pasai, Sejarah Melayu-Bugis
Puisi
Puisi adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan atau
puisi yang dibatasi oleh aturan tertantu.
Aturan didalam puisi lama tersebut adalah :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
Ciri - ciri puisi lama :
1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah
suku kata maupun rima.
Puisi memiliki jenis-jenis sebagai berikut
1. Mantra
Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
2. Pantun
Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap
baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris
berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun
anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati
3. Karmina
Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
4. Seloka
Seloka adalah pantun berkait.
Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
5. Gurindam
Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a,
berisi nasihat.
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)
6. Syair
Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris,
bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
7. Talibun
Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
cukup sekian artikel tentang sastra lamanya, see you in next post ;D